SEJARAH DITULIS: Mathew Baker, 17 Tahun 23 Hari, Jadi Pemain Termuda yang Bela Timnas Indonesia Senior!
Jakarta – Malam yang tak akan terlupakan bagi sepak bola Indonesia. Pada Jumat, 5 Juni 2026, seorang remaja berusia 17 tahun 23 hari asal Melbourne mencatatkan namanya dalam buku sejarah Timnas Garuda. Mathew Ryan Sitorus Baker resmi menjadi pemain termuda yang pernah debut untuk tim senior Indonesia, mengalahkan rekor-rekor sebelumnya.
Baker masuk ke lapangan dalam laga uji coba melawan Oman, mengenakan seragam Merah Putih dengan nomor punggung yang kini akan dikenang generasi mendatang. Debutnya bukan sekadar penampilan perdana, melainkan simbol kebangkitan talenta muda Indonesia yang lahir dari diaspora dan akar budaya yang kuat.
Lahir pada 13 Mei 2009 di Melbourne, Australia, Baker adalah buah dari pernikahan ayah Australia dan ibu Indonesia berdarah Batak. Meski besar di negeri kanguru dan sempat menarik minat tim muda Australia, ia memilih garis keturunan ibunya. Keputusan itu kini terbukti tepat.
Bergabung dengan akademi Melbourne City sejak usia 12 tahun, Baker menandatangani kontrak profesional pertamanya di usia 16. Perkembangannya luar biasa cepat. Sebelum naik ke tim senior Timnas, ia sudah menjadi andalan Indonesia U-17, bahkan turut berkontribusi di Piala Dunia U-17. Kini, di usia yang masih sangat belia, pelatih John Herdman memberi kepercayaan penuh kepadanya untuk skuad senior menghadapi Oman dan Mozambique.
“Rasanya luar biasa. Saya merasa bangga bisa mewakili Indonesia. Ini bukan hanya tentang saya, tapi juga tentang keluarga dan seluruh pendukung Garuda,” ujar Baker dalam sesi wawancara pasca-debut.
Berpostur 176 cm dengan posisi utama sebagai left-back, Baker dikenal sebagai bek modern yang tangguh. Kombinasi fisik ala Australia dengan teknik dan mentalitas juang khas Indonesia membuatnya menonjol. Belum genap debut di A-League Men, ia sudah dipercaya melakoni laga internasional senior — sebuah pencapaian yang jarang terjadi.
Rekor ini semakin istimewa karena Baker menggeser nama-nama besar sebelumnya. Ia kini resmi menjadi debutan termuda Timnas Indonesia senior, melampaui Arkhan Kaka dan Ronaldo Kwateh yang sebelumnya menduduki daftar tersebut.
Debut Baker datang di saat yang tepat. Timnas Indonesia sedang membangun skuad yang lebih muda dan kompetitif menjelang AFF Championship 2026. Kehadiran pemain seperti Baker, bersama talenta-talenta lain yang bermain di luar negeri, memberikan harapan baru bagi jutaan suporter Garuda.
PSSI dan pelatih Herdman patut diapresiasi atas keberanian mempromosikan pemain muda. Memberi menit bermain kepada Baker bukan hanya investasi jangka panjang, tapi juga pesan kuat: di Timnas Indonesia, talenta dan performa lebih penting daripada usia.
Bagi Baker sendiri, ini baru permulaan. Dengan disiplin, kerja keras, dan dukungan penuh dari Melbourne City, ia berpotensi menjadi bek kiri masa depan Indonesia yang bisa bersaing di level Asia bahkan Eropa.