ABPEDNAS Luncurkan Program “Jaga Pangan” Bersama 100 Ribu Anggota Se-Indonesia
Jakarta – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) resmi menggalakkan gerakan “Jaga Pangan” sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Program ini melibatkan lebih dari 100 ribu anggota ABPEDNAS yang tersebar di seluruh Indonesia.
Gerakan ini diresmikan melalui kampanye visual yang menampilkan Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Ir. H. Indra Utama, M.PWK., IPU, dan Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana. Keduanya mengenakan seragam resmi organisasi sambil menyampaikan semangat kolaborasi antar desa untuk mendukung ketahanan pangan.
Dalam keterangan resminya, ABPEDNAS menegaskan bahwa “Jaga Pangan” bukan sekadar slogan, melainkan program kerja konkret yang mendukung Asta Cita ke-4 dan ke-6 Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi dan ketahanan nasional berbasis desa.
Gerakan ini difokuskan pada tiga program utama yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat desa:
1. Program Bioflok
Budidaya ikan sistem bioflok yang ramah lingkungan, efisien, dan memiliki potensi produksi tinggi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi protein hewani di tingkat desa.
2. Program Ayam Petelur
Pengembangan peternakan ayam petelur skala rumah tangga dan kelompok untuk memenuhi kebutuhan telur lokal serta menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan.
3. Program Air Bersih
Penyediaan dan pengelolaan air bersih yang menjadi fondasi utama keberhasilan sektor pertanian, peternakan, dan kesehatan masyarakat.
Ketiga program tersebut dirancang agar dapat diadopsi secara massal oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di seluruh Indonesia, sehingga memberikan dampak yang luas dan terukur.
Ir. H. Indra Utama menyampaikan bahwa program “Jaga Pangan” sejalan dengan visi besar ABPEDNAS: “Membangun desa, menata kota dalam bingkai NKRI.” Menurutnya, desa-desa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stok pangan nasional.
“Melalui 100 ribu anggota kami yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, kami berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan pangan bagi seluruh anggota ABPEDNAS se-Indonesia. Ini adalah kontribusi nyata kami dalam mendukung program pemerintah pusat,” tegas Indra Utama.
Sementara itu, Adhitya Yusma Perdana menambahkan bahwa gerakan ini juga menjadi sarana penguatan kapasitas BPD sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan berbasis pangan.
Dalam tahap awal, ABPEDNAS akan memfokuskan sosialisasi dan pelatihan kepada ribuan BPD di berbagai provinsi. Selanjutnya, akan dilakukan pendampingan teknis serta pencarian mitra untuk penyediaan bibit, pakan, dan teknologi tepat guna.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi organisasi kemasyarakatan lainnya dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antar desa, ABPEDNAS optimistis bahwa gerakan “Jaga Pangan bersama 100 Ribu Anggota ABPEDNAS Se-Indonesia” akan memberikan kontribusi signifikan bagi terwujudnya Indonesia yang berdaulat di bidang pangan.